Rabu, 25 Mei 2011

cara setting GPS garmin

Basic Tutorial
File yang dibutuhkan
• GarminMobileXTforSymbianS603rdEdition_50050.exe
• GarminMobileXTFreeBasemap_4xxxx.exe
• GarminMobileXTSupportFiles_4xxxx.exe
• gmapsupp.img
• garmin_kgen_1.5.exe
bisa didownload di:
http://www8.garmin.com/support/collection.jsp?product=010-10844-00
Code:
http://www.indowebster.com/Garmin_Mobile_XT_for_Symbian_S60_3rd_Edition_Ver_50050.html

http://www.indowebster.com/Garmin_Mobile_XT_Free_Basemap.html

http://www.indowebster.com/GarminMobileXTSupportFiles_4xxxx.html

http://www.indowebster.com/navnet_168_basic_all.html

http://www.indowebster.com/garmin_mobile_keygen.html
aplikasi aslinya (utk winmo, symbian s60 2nd dan uiq, palm juga ada) bisa didapat di sini:
Code:
http://www8.garmin.com/support/collection.jsp?product=010-10844-00
Cara menginstall
1. Masukan memory card HP anda ke computer dengan menggunakan cardreader.
2. Install file GarminMobileXTforSymbianS603rdEdition_50050.exe ke memory card HP anda
3. Install file GarminMobileXTFreeBasemap_4xxxx.exe ke memory card HP anda
4. Install file GarminMobileXTSupportFiles_4xxxx.exe ke memory card HP anda
5. Extract file gmapsupp.img dari file gmapsupp.rar
6. Masukan kembali memory card anda ke HP anda.
7. Install file /GarminMobileXT.sis yang ada di memory card anda
8. Jalankan aplikasi Garmin pada HP anda.
9. Ketika ada 4 pilihan, pilihlah “Connect to a Garmin GPS”
10. Masuk ke “Tools” – “Settings” – “About”
11. Catat “Unit Id” anda kemudian keluar dari aplikasi Garmin di HP anda
12. Keluarkan kembali memory card anda, lalu masukan ke computer dengan menggunakan card
13. Kembali ke PC anda, lalu jalankan garmin_kgen_1.5.exe
14. Masukan Unit ID ke aplikasi keygen, pastikan “Garmin Mobile XT” terpilih. Lalu klik “Generate”
15. Buat file “sw.unl” di computer yang isinya adalah unlock codenya
16. Copy file “sw.unl” dan “gmapsupp.img” dari Komputer ke folder /garmin/ di memory card anda
17. Masukan kembali memory card anda ke HP anda
18. Jalankan Garmin anda
19. Masuk ke “Tools” – “Settings” – “System” – “Remote GPS” – “Use Attached/Built-in GPS” – “Enable” – “Done”
20. Tunggu sampai mendapatkan sinyal GPS
21. Garmin anda siap digunakan
Map CNI – City Navigator Indonesia 5.01 (mapid:2048)
tutorial di atas menggunakan peta yang direlease oleh Navigasi.net, berikut adalah tutorial menginstall map resmi yang direlease oleh pihak Garmin
1. Pastikan tutorial yang di atas sudah dapat berjalan dengan lancar
2. Download peta CNI di
Code:
http://www.indowebster.com/City_Navigator_Indonesia_NT_v501.html
3. Extract dan rename menjadi gmapsup2.img di komputer
4. Lalu jalankan garmin_kgen_1.5.exe
5. Masukan Unit ID ke aplikasi keygen, pastikan “Garmin Mobile XT” terpilih. Lalu klik “Generate”
6. Pada “Select Map Product” pilih “” masukan mapid : 2048. Lalu klik “Generate”
7. Buat file “sw.unl” di computer yang isinya adalah unlock codenya
8. Buat file “gmapsup2.unl” di computer yang isinya adalah unlock codenya
9. Copy file “sw.unl”, “gmapsup2.unl”, dan “gmapsup2.img” dari Komputer ke folder /garmin/ di memory card anda
10. Sekarang Garmin anda memiliki 2 peta, navnet dan CNI
11. Untuk switch peta, bisa melalui menu “Tools” – “Manage My Data” – “Map Sets” – “Mapsource”, lalu checklist peta yang akan digunakan, klo navnet dan CNI aktif, maka yang diatas (navnet) yang muncul
NB: peta CNI hanya meliputi Sumatra dan Jawa
Semoga bisa..

Rabu, 18 Mei 2011

Hari meluruskan arah kiblat

Arah kiblat adalah suatu arah terdekat yang menunjukkan ke arah Ka'bah, yang mana setiap orang yang melaksanakan salat wajib menghadap ke arahnya. Bagi orang normal, yang sudah tahu arah kiblatnya dan tidak menghadap kiblat dalam salatnya, maka salatnya tidak sah karena menghadap kiblat merupakan syarat sah dalam salat. Kata Syarat sudah tidak asing lagi di kalangan kita, dan yang dimaksud syarat itu sendiri adalah sesuatu yang harus ada sebelum melaksanakan salat sampai dengan salat itu selesai.
“ Baitullah ( Ka'bah ) adalah kiblat bagi orang-orang di dalam Masjid Al-Haram dan Masjid Al-Haram adalah kiblat bagi orang-orang yang tinggal di Tanah Haram ( Makkah ) dan Makkah adalah qiblat bagi seluruh penduduk bumi, Timur dan Barat dari umatKu” ( Hadith Riwayat Al-Baihaqi )
Secara fiqh/syari'ah batasan Kiblat untuk wilayah-wilayah di luar Makkah adalah seluruh tanah Haram. Selua itulah kiblat orang yang ada di luar Makkah. Walaupun hadis ini disebut hadis dhoif, tetapi ibnu hajar memberikan ketetapan bahwa boleh menggunakan hadis dhoif dalam rangka 'amalan apabila tidak menyalahi hadis yang lain. Jadi hadis ini bisa dimanfaatkan selagi tidak menyalahi aturan dan memang tidak menyalahi aturan.
Ada beberapa cara yang mudah untuk mengetahui arah kiblat, diantaranya yaitu Yaum Rasd al-Kiblat (Hari Rasdul Kiblat). KH. Turaichan menyatakan dalam kalender kudus bahwa pada ada dua tanggal terjadinya hari rasdul kiblat setiap tahunnya yaitu setiap tanggal:
Tanggal 27/28 Mei (tanggal 27 untuk tahun Basitoh/tahun pendek dan tanggal 28 untuk tahun Kabisat/tahun Panjang) pada jam 16:18:00 WIB.
Tanggal 15/16 Juli (Tanggal 15 untuk tahun Basitoh/tahun pendek dan tanggal 16 untuk tahun Kabisat/tahun panjang) pada jam 16:26:50 WIB.
Tahun Basitoh/Pendek jumlah harinya 365 hari dengan jumlah 28 hari pada bulan Februari, dan tahun Kabisat/Panjang jumlah harinya 366 hari dengan jumlah 29 hari pada bulan Februari.
apabila ingin software excel rasdul kiblat dan awal waktu salat, silahkan buka di sini

http://www.ziddu.com/download/15117401/KalkulatorRasdulKiblatdanWaktuSalat.xls.html


Kenapa terjadi Yaum Rasd al-Kiblat?
Pergerakan matahari memberikan dampak bagi suatu daerah, dan dilihat dari data geografis tempat itu. Data geografis suatu tempat berupa Lintang dan Bujur tempat sangat berpengaruh terhadap posisi matahari di tempat itu. Letak bujur berpengaruh pada waktu di tempat itu, misalkan bujur yang ada di bagian Bujur Timur (BT) maka wilayah itu akan lebih dulu waktunya daripada wilayah yang bujurnya di Bujur Barat (BB). Begitu juga sesame bujur timur, apabila bujurnya lebih besar, maka waktu bujur timurnya lebih besar itulah waktunya lebih dahulu daripada nilai bujur yang lebih kecil. Seperti Indonesia bagian barat (105 BT) berbeda waktu dengan Greenwich (0 BT) sebesar 7 jam lebih dulu WIB.
Posisi lintang suatu tempat akan menentukan posisi matahari berada di mana, seperti semarang dengan lintang 7 LS (-7), maka ketika nilai delinasi matahari negative (23 September-21 Maret) sebesar lintang semarang -7 Derajat (sekitar tanggal 2 Maret) maka posisi matahari tepat berada di Zenit Semarang pada waktu siang hari ketika terjadi kulminasi atas, dan pada saat itu tidak terjadi bayangan untuk benda yang berdiri tegak. Jadi pada saat itu, orang yang ada di daerah Irian Jaya (WIT) yang berbeda waktu 2 jam dengan WIB bisa tahun posisi/arah kota Semarang dengan tepat, dengan cara mengkonversi waktu zawal di semarang ditambah 2 jam. Maka hasilnya akan tepat menghadap ke semarang.
Sama halnya dengan rasdul kiblat tahunan yang terjadi pada ke-2 tanggal di atas, yaitu pada tanggal 27/28 Mei nilai deklinasi sebesar nilai lintang Ka'bah. Pada tahun 2011 ini kemungkinan terjadi pada tanggal 28 Mei (nilai deklinasi +21° 25' 19" saat zawal). Nilai lintang Ka'bah yaitu 21° 25' 21,4" dan deklinasi pada saat itu adalah 21° 25' 19" (saat zawal). Jadi tepat pada waktu zawal matahari tepat berada di atas Ka'bah, karena nilai delinasi sama dengan nilai lintang tempat.
Matahari berada tepat di atas Ka'bah pada jam 12:18:00 Waktu Makkah (GMT +3 jam). Perbedaan waktu Makkah dengan WIB sebesar +4 Jam, maka hasilnya 12:18:00 + 04:00:00 = 16:18:00 Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB).
Teknik Penentuan Arah Kiblat menggunakan Istiwa Utama :
1. Tentukan lokasi masjid/mushalla/rumah yang akan diluruskan arah kiblatnya.
2. Sediakan tongkat lurus sepanjang 1 sampai 2 meter dan peralatan untuk memasangnya. Lebih bagus menggunakan benang besar berbandul agar benar-benar tegak, Cuma kelemahannya mudah ketebak angin jika anginnya kencang, nanti hasilnya malah tidak akurat. Siapkan juga jam yang sudah dicocokkan waktunya secara tepat dengan GPS/radio/televisi/internet. Dan lebih baik dibuat alarm pada jam terjadinya rasdul kiblat itu supaya benar-benar siap.
3. Cari lokasi di samping Selatan atau di halaman depan masjid yang masih mendapatkan penyinaran matahari pada jam tersebut di atas serta memiliki permukaan tanah yang datar lalu pasang tongkat secara tegak dengan bantuan pelurus berupa tali dan bandul. Persiapan dilakukan jangan terlalu mendekati waktu terjadinya istiwa utama agar tidak terburu-buru, minimal setengah jam kalau blum terbiasa.
4. Tunggu sampai saat istiwa utama terjadi amatilah bayangan matahari yang terjadi dan berilah tanda menggunakan spidol, benang yang dipakukan, lakban, penggaris atau alat lainnya yang dapat membuat tanda lurus.
5. Di Indonesia peristiwa Istiwa Utama terjadi pada sore yang disebabkan karena posisi Indonesia sebelah timurnya Makkah, maka arah bayangan yang menunjuk ke arah kiblat adalah bayangan yang mengarah ke arah Barat agak serong ke Utara.
6. Gunakan tali, susunan tegel lantai, atau pantulan sinar matahari menggunakan cermin untuk meluruskan arah kiblat ini ke dalam masjid / rumah dengan menyejajarkannya terhadap arah bayangan arah kiblat.
7. Tidak hanya tongkat yang dapat digunakan untuk melihat bayangan. Menara, sisi selatan bangunan masjid, tiang listrik, tiang bendera atau benda-benda lain yang tegak. Atau dengan teknik lain misalnya bandul yang kita gantung menggunakan tali sepanjang beberapa meter maka bayangannya dapat kita gunakan untuk menentukan arah kiblat.
8. Selamat berkreatifitas dan semoga berhasil.

Selasa, 20 Juli 2010

RUMUS ARAH KIBLAT

Kiblat atau arah kiblat bisa dicari dengan persamaan rumus trigonometri. selain itu bisa juga dicari dengan persamaan trigonometri rubu’ mujayyab. Rubu’ mujayyab merupakan sebuah alat hitung sepertikalkulator yang sangat canggih. Alat ini sepertikalkulator karena data-datanya sudah ada didalam rubu’ itu sendiri. Seperti halnya kalkulator, ketika hendak menghitung kita hanya memasukan datanyakemudian tekan enter, maka hasilnya akan diketahui dengan otomatis. Rubu’ juga demikian, ketika hendak mencari / menghitung arah kiblat maka data-datanya dimasukan dengan mengkombinasikan Khoith dengan muri kepada data sittini atau jaib. Maka akan diketahui hasilnya.
Rumus kiblat yang biasa digunakan adalah rumus segitiga bola dengan bumi dianggap bulat bola, bukan geoid. Hal ini dikarena untuk memudahkan dalam pemecahan masalah ini. Hasil dari rumus ini sangat kaurat, hal ini bisa dilihat atau dibuktikan pada kiblatnya Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang dihitung dengan bantuan rumus segitiga bola dengan alat bantu Theodolit. Ternyata setelah dikomparasikan dengan qiblalocator yang ada di www.qiblalocator.com dan google earth, ternyata lurus tepat ke ain ka’bah. Jadi jangan ragu dan bimbang dengan menggunakan rumus segitiga bola ini.

Rumus yang biasa digunakan adalah:
1.Dengan rumus Tan
Tan Q = Tan φk x Cos φt / Sin SBMT – Sin φt / Tan SBMT
Atau
Tan Q = Tan φk x Cos φt x Cosec SBMT – Sin φt x Cotangen SBMT
Q = Azimut kiblat
Φk = Lintang Ka’bah yaitu sebesar (Φk = 21° 25’ 21” LU)
Φt = Lintang Tempat
SBMT = Selisih Bujur Makah dengan Tempat, yaitu dengan cara (Bujur Tempat – Bujur Ka’bah). Besarnya bujur ka’bah adalah  λ = 39° 49’ 34” BT
Besarnya lintang dan bujur ka’bah sudah pasti (Φk = 21° 25’ 21” LU &  λ = 39° 49’ 34” BT), sedangkan besarnya data lintang dan bujur tempat tergantung dimana dia berada.

Logika rumus Tan
Rumus Tan merupakan rumus azimut yang berhaluan pada titik timur atau barat, tergantung tempat dimana kita menghitung. Untuk wilayah indonesia, yang menghitung arah ke ka’bah, berarti nilai hasil dari rumus itu dihitung dari titik barat ke arah utara.
Misalkan menghitung arah kiblat kota semarang, maka data yang diperlukan adalah:
Lintang (Φt) = -7° S dan Bujur (λ) = 110°24’ BT
Φt = 21° 25’ 21” λ = 39° 49’ 34” BT
SBMT = 110°24’ - 39° 49’ 34” = 70° 34’ 26”
Tan Q = Tan φk x Cos φt / Sin SBMT – Sin φt / Tan SBMT
Tan Q = Tan 21° 25’ 21” x Cos -7° / Sin 70° 34’ 26” – Sin -7° / Tan 70° 34’ 26”
Q = 24° 30’ 31,62” BU (Barat-Utara)
Jadi nilai 24° 30’ 31,62” adalah data yang dihitung dari titik barat sejati kearah utara.

2.Dengan rumus cotangen
Cotangen Q = Tan φk x Cos φt / Sin SBMT – Sin φt / Tan SBMT
Atau
Cotangen Q = Tan φk x Cos φt x Cosec SBMT – Sin φt x Cotangen SBMT
Suplemen dan data-data yang diperlukan dari rumus ini sama
seperti rumus yang pertama. Yang berbeda hanya titik acuan saja. Rumus ini mengacu pada titik utara atau selatan. Apabila hasilnya negatif (-), maka titik acuannya adalah Selatan, dan apabila hasilnya positif, maka titik acuannya adalah utara. Nanti kita lihat contoh di bawah.
Kalau dilihat pada gambar disamping, data sudut yang dihasilkan dari rumus ini adalah sudut yang diapit oleh UBA, sebesar itulah sudut yang dihasilkannya.
Contoh menghitung arah kiblat kota semarang, data sama dengan contoh pertama.
Lintang (Φt) = -7° S dan Bujur (λ) = 110°24’ BT
Φt = 21° 25’ 21” λ = 39° 49’ 34” BT
SBMT = 110°24’ - 39° 49’ 34” = 70° 34’ 26”
Cotangen Q = Tan 21° 25’ 21” x Cos -7° x Cosec 70° 34’ 26” – Sin -7° x Cotangen 70° 34’ 26”
Q = 65° 29’ 28,38” UB (Utara-Barat)

Sebenarnya dengan menghitung pakai rumus yang pertama bisa mengetahui nilai rumus kedua itu. Dengan cara 90° - hasil perhitungan. Dengan demikian, maka hasil dari rumus satunya lagi akan diketahui.
Sebagai contoh, dari rumus yang kedua telah dihasilkan nilai 65° 29’ 28,38”, maka untuk mengetahui rumus yang pertama adalah:
BU = 90 - 65° 29’ 28,38”
= 24° 30’ 31,62”.
Untuk mengecek benernya hasil hitungan kita bisa dengan dihitung keduanya, kalau 90 - 24° 30’ 31,62” tidak sama dengan hasil hitungan pertama, maka perhitungan rumus pertama ada kemungkinana salah, juga berlaku sebaliknya.

Aplikasi rumus Cotangen
Rumus cotangen itu mengacu pada titik utara dan atau selatan. Ketika hasil hitungan kita negatif, berarti hitungan itu dihitung dari arah titik selatan ke arah barat kalau sore dan keara timur kalau pagi (ini kaitannya dengan perhitungan yang menyangkut data matahari) dan jika hasil hitungan positif, maka data itu ditarik dari titik utara kearah timur kalau pagi dan kearah barat kalau selatan.

Aplikasinya:
Dalam perhitungan azimuth matahari
Azimuth matahari ini bisa untuk awal bulan hijriya atau untuk perhitungan arah kiblat.
Untuk perhitungan awal bulan Hijria, ini sudah pasti kalau tidak ditambah 180° atau 360° dikurangi hasil perhitungan. Hal ini demikian karena kalau ditambah 180° berarti hasilnya negatif dan nilai negatifnya ini menjadi hilang (menjadi Absolut), dan jika hasilnya positif berarti 360° dikurangi data hasil perhitungan dan perhitungan yang dicari selalu satu waktu yaitu ketika sore (gurub) karena untuk keperluan rukyah hilal.
Dalam perhitungan arah kiblat
Dalam perhitungan arah kiblat dengan menggunakan alat bantu theodolit, maka dalam mencari azimuth matahari setelah dimasukan pada rumus azimuth matahari (sama dengan rumus kiblat yang ke-2) yaitu:

Cotangen Q = Tan δm x Cos φt / Sin tm – Sin φt / Tan tm
δm = deklinasi matahari
tm = sudut waktu matahari
sudut waktu matahari bisa dicari dengan cara mengetahui ketinggian matahari itu kemudian masukan kedalam rumus atau dengan waktu kapan mengambil bayangan matahari.
rumus untuk mencari ketinggian matahari yaitu

Cos tm = Sin hm / Cos δm / Cos φt - Tan δm x Tan φt

Kemudian masukan kedalam rumus untuk mencari data azimut matahari

Cotangen Q = Tan δm x Cos φt / Sin tm – Sin φt / Tan tm

Hasil dari Q ini akan digunakan untuk mencari data azimuth matahari dengan cara:
1.Pengukuran dilakukan pagi hari
Q (+) dan Deklinasi Utara => Azimuth Mthri = Nilai Q
Q (-) dan Deklinasi Selatan => Azimuth Mthri = 180 – Nilai Q

2.Pengukuran dilakukan siang/sore hari
Q (+) dan Deklinasi Utara => Azimuth Mthri = 360 - Nilai Q
Q (-) dan Deklinasi Selatan => Azimuth Mthri = 180 + Nilai Q

Nb: Ketka nilai Q dimasukan kedalam persamaan ini, maka nilai Q menjadi Positif (Absolut).
Untuk mengetahui utara sejati, data azimut ini diputar sampai nilainya itu nol (0), maka disanalah titik utara sejati, karena azimuth ini dihitung dari titik utara sejati.
Met mencoba menghitung dan mohon masukan jika terdapat kekhilapan dari rumus2 diatas, supaya tidak ada yang tersesatkan oleh tulisan ini. Terima kasih..
Encep. Abdul rojak (JIAC)

Rabu, 07 Juli 2010

Gawang Lokasi

Gawang lokasi adalah sebuah alat yang digunakan untuk melokalisir posisi hilal ketika pelaksanaan rukyah. Alat ini terdiri dari dua bagian yaitu:
a. Tiang pengincar,
adalah sebuah tiang tegak terbuat dari besi yang tingginya sekitar 1 sampai 1,5 meter, dan dipuncaknya diberi lobang kecil untuk mengincar.
b. Gawang lokasi,
adalah dua buah tiang tegak terbuat dari besi berongga. Pada ketinggain yang sama dengan tinggi tiang teropong, kedua tiang tersebut dihubungkan dengan mistar datar sepanjang kira2 15-20 CM, sehingga ketika melihat melalui lobang kecil itu yang terdapat pada ujung tiang pengintai menyinggung garis atas mistar, pandangan akan menembus persis pemukaan air laut yang merupakan ufuk mar’i.
diatas kedua tiang tersebut terdapat dua tiang besi yang atasnya dihubungkan dengan mistar datar. Kedua tiang ini dimasukan kedalam rongga dua tiang pertama, sehingga tinggi rendahnya dapat menurut tinggi hilal pada saat observasi.
Jarak yang baik antara tiang pengincar dengan gawang lokasi sekitar 5 meter atau lebih.
Untuk menggunakan alat ini, kita harus punya data hasil perhitungan tentang hilal itu sendiri pada tempat tersebut sudah terdapat arah mata angin yang cermat.
Sistem perhitungan untuk menyetel gawang dan tongkat pengincar menggunakan persamaan trigonometri. Tapi belu saatnya diupload soalnya mau ngumpulkan tugas dulu, klo dah saya kumpul gampang he....
sumber Almanak Hisab Rukyah Depag.

Senin, 07 Juni 2010

Rasdul Kiblat (Sebuah Kajian Ulang)

Rashdul kiblat yaitu terdiri dari dua kata. Rash (الرصد) itu berarti petunjuk, arah, dan perhitungan. Kiblat (القبلة) yaitu suatu tempat yang berada di makkah, yang berbentuk kubus, yang mana semua umat islam di seluruh plosok bumi menghadapkan wajah ke arahnya ketika sedang melaksanakan salat. Jadi kalau disimpulkan, rashdul kiblat adalah waktu dimana ada tanda yang mengindikasikan kearah kiblat / ka’bah. Adapun objek dari kajian rashdul kiblat ini yaitu Matahari. Matahari memberikan indikasi yang bayangan suatu benda yang disinarinya itu bias menunjukan langsung kearah kiblat. Ini dikarenakan posisi matahari berada pada diatas tempat itu, maka semua mata yang menatap (klo kuat) ke matahari itu sama dengan menatap benda yang ada dibawahnya. Ini terjadi tidak lain ketika waktu istiwak / zawal/ meridian pass. Ketika itulah matahari bias memberikan manfaat bagi umat islam untuk menentukan arah kiblat dengan benar dan tepat.
Kenapa matahari berada diatas zawal ketika tanggal itu saja?
Tempat yang berlintang antara 0 derajat – 23 derajat 27 menit, baik lintang utara maupun lintang selatan, Matahari pasti pernah berada diatas zenitnya persis sekurang-kurangnya selama 2 kali. Hal ini terjadi karena deklinasi matahari sama dengan lintang tempat itu. Maka dengan deklinasi matahari yang sama dengan lintang tempat itu terjadilah istiwa’ a’dhom / zawal yang matahari berada tepat diatas tempat itu. Kenapa harus zawal?... jawabnnya cukup sederhana, seaindainya kalau bukan pada saat zawal, maka dia belum kulminasi atas, karena kulminasinya itulah dia berada di atas. Jadi sama halnya dengan rasdhul kiblat. Ketika itu di makkah / ka’bah sedang kulminasi atas dan matahari berada diatas jadi matahari posisinya tepat diatas ka’bah.
Jadi ketika tanggal 27/28 mei dan 15/16 juli deklinasi matahari sama dengan lintang ka’bah. Adapun berbeda paling beda detiknya saja dan ini tidak terlalu berpengruh. Tanggal 27 dan 15 itu untuk tahun basitoh / tahu pendek. Ketika itu tahun masehi hanya berjumlah 365 hari. Dan tanggal 28 dan 16 untuk tahun kabisat, yaitu tahun panjang yang umlah harinya dalam 1 tahun berjumlah 366 hari. Sebenarnya tidak hanya dua kali dalam satu tahun, bisa sampai 3 kali atau 4 kali. Ketika itu matahari berada tidak tepat berada diatasnya. Matahari sebelah selatannya dan besoknya agak utara tetapi masih mengenai bangunan ka’bah. Kalau dalam kalender menara kudus, setiap tahun mesti ditandai pada dua tanggal itu adalah hari rashdul kiblat.
Ketika matahari kulminasi atas ka’bah, yang berarti disana sedang jam 12 waktu hakiki, maka waktu itu ditransformasikan ke dalam waktu indonesia bagian barat. Beda waktu indonesia bag. Barat dengan makkah itu sekitar 4 jam (caranya bujur indonesia bagian barat dikurangi bujur ka’bah kemudian dibagi dengan 15, maka hasilnya adalah beda waktu antara dua tempat itu). Jadi ketika matahari kulmiasi atas di Makkah, di indonesia sedang berada pada waktu sore hari sekitar jam 16.18 WIB. Jadi pada waktu inilah matahari berada diatas ka’bah.

Waktu terjadinya yaitu ketika tanggal 27/28 mei terjadi pada jam 16.18 WIB. untuk WITA ditambah 1 jam. dan pada tanggal 15/16 Juli terjadi pada jam 16.28 WIB.
Toleransi ketika lewat dari jam itu maksimal 2 menit. apabila sudah lebih dari 2 menit, maka lebih baik jangan, karena setelah 2 menit lebih arah yang ditunjukan itu akan mengarah sejauh 75 KM dari ka'bah.

Bagaimana aplikasinya
Aplikasinya cukup mudah, bias menggunkan tongkat maupun bandul. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Kalau menggunakan togkat, maka hal yang paling sulit itu mendirikan tongkat itu, apakah sudah benar-benar berdiri tegak lurus dan berada pada datarana datar. Adapun dalam pengambilan bayangannya lebih mudah. Solusinya, tancapkan tongkat itu dengan bantuan waterpass. Sebelum menancapkan tongkat, sebelumnya cari dulu tempat yang sangat strategis, yaitu datar dan bebas dari hambatan bayngan benda lain. Dengan demikian, akan memudahkan pengambilan ketika waktunya.
Kalau menggunakan bandul, maka hal yang paling sulit yaitu tali itu selalu tertebak oleh angin yang menyebabkan keadaan benangnya tidak diam, yang akan mengakibatkan kesalahan fatal terhadap bayngan yang diambil. Solusinya bisa menggunakan tali yang besar dan bandul yang kuat. Dengan harapan bahwa dengan keadaan seperti itu, maka tali itu akan istiqomah, tidak mudah tertebak oleh angin dan tetap pada posisinya, sehingga memudahkan ketika pengambilan bayangannya.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih...
Abd.rozaq19@gamil.com